(Jakarta, 25032026) – PT. RadPro Energi Mandiri menghadirkan layanan reekspor limbah radioaktif dan sumber radioaktif bekas ke negara asal sebagai bagian dari solusi pengelolaan yang aman, legal, dan sesuai regulasi nasional maupun internasional.
Layanan ini mencakup berbagai jenis radionuklida sumber radioaktif yang telah habis masa pakainya atau tidak lagi digunakan, seperti Co-60, Cs-137, Ir-192,Kr-85, Am241Be, Cf-252 dan lainnya. Reekspor dilakukan untuk mengembalikan sumber radioaktif ke produsen atau negara asal guna pengelolaan lebih lanjut, sesuai prinsip take-back yang diakui secara internasional.
Direktur PT. RadPro Energi Mandiri, Suroyo, menjelaskan bahwa layanan ini menjadi solusi penting bagi industri, rumah sakit, dan institusi penelitian dalam menangani sumber radioaktif bekas secara bertanggung jawab.
“Kami melayani proses reekspor limbah dan sumber radioaktif bekas ke negara asal dengan memastikan seluruh tahapan memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan ketentuan perizinan. Ini penting untuk meminimalkan risiko terhadap manusia dan tidak membebani generasi mendatang,” ujar Suroyo.
Dalam pelaksanaannya, PT. RadPro Energi Mandiri menyediakan layanan terintegrasi mulai dari identifikasi dan karakterisasi sumber radioaktif, pengemasan sesuai standar transportasi internasional, pengurusan dokumen dan perizinan, hingga pengiriman lintas negara dengan pengawasan ketat.
Kegiatan reekspor ini juga mengacu pada regulasi di Indonesia, termasuk ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2013 tentang pengelolaan limbah radioaktif, yang memungkinkan pengembalian sumber radioaktif ke negara asal dalam kondisi tertentu.
Dengan pengalaman dan kompetensi di bidang teknologi serta proteksi radiasi, PT. RadPro Energi Mandiri optimistis dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung pengelolaan limbah radioaktif nasional yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan dari potensi bahaya radiasi, serta mendukung praktik terbaik dalam pengelolaan sumber radioaktif secara global. (yy)





